Majukan Pelaku UMKM Kukar Lewat Program Usaha Kecil Idaman
Gerobak Usaha Kecil Idaman merupakan salah satu bantuan non Bank yang diberikan Pemkab pad Pelaku UMKM di Kukar. (poto:riz_poskotakaltimnews.com)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Dalam upaya memperkuat serta memajukan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus merealisasikan sejumlah program Kukar Idaman. Salah satunya program Usaha Kecil Idaman. Dimana tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk bagi pelaku UMKM lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kukar Tajjudin mengatakan, Program
tersebut berupa bantuan permodalan melalui lembaga Bank.
Pelaku usaha yang ada di Kukar bisa memanfaatkan program tersebut.
Akses permodalan melalui Bank dikemas melalui Kredit Kukar Idaman
(KKI). KKI merupakan kredit permodalan tanpa bunga, atau 0 persen.
"Jadi pelaku usaha bisa mengambil pinjaman di Bankaltimtara,
melalui KKI tersebut dengan limit 25 juta," ujar Tajjudin menjelaskan pada
Poskotakaltimnews, Selasa
(5/12/2023).
Sejauh ini sudah ada sekitar 1000 pelaku usaha, yang mengajukan
permodalan melalui KKI ke Bankaltimtara. Namun dari pengajuan tersebut, perlu
dilakukan verifikasi kembali.
Verifikasi tersebut dilakukan oleh Bankaltimtara, pemerintah
daerah hanya memfasilitasi atau membantu kemudahan untuk akses permodalan.
"Akses permodalan itu diberikan, agar pelaku UMKM tidak lagi
meminjam uang rentenir, dengan bunga yang lumayan besar. Jadi cukup pinjam
permodalan di Bankaltimtara," ungkapnya.
Selain melalui lembaga Bank, ada juga melalui non bank, membangun
Klinik UMKM di setiap Kecamatan. Klinik UMKM ditujukan untuk menyediakan
sarana bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing produk dan manajemen
usaha, serta meningkatkan jumlah UMKM yang menggunakan sistem pemasaran
digital.
Belum lama ini, pemerintah daerah telah menyerahkan bantuan
sebanyak 42 unit rombong Keroncong kepada pelaku UMKM di Tenggarong Seberang.
Bantuan tersebut bagian dari realisasi program usaha kecil idaman melalui non
Bank.
"Kami terus mendukung para pelaku UMKM di Kukar, sehingga
pendapatan mereka juga bisa meningkat. Di Kukar ada sekitar 60 ribu pelaku
UMKM," ujarnya.
Sementara itu Utiw salah satu pelaku UMKM yang menerima non Bank menyebutkan,
bantuan rombong tersebut sangat dibutuhkan. Karena selama ini dirinya berjualan
hanya menggunakan meja biasa.
"Rombong tersebut sangat bermanfaat. Bentuknya bagus dan
menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen," sebut Utiw.
Pada penyerahan rombong tersebut, Wakil Bupati Kukar H Rendi
Solihin menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga menyiapkan akses permodalan.
"Kata Wabup itu pemerintah menyiapkan akses permodalan yaitu
KKI, untuk mendukung usaha yang kita geluti ini," ucapnya.
Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah dalam membangkitkan pelaku UMKM di Kukar luar biasa. Karena dukungan pemerintah daerah tak hanya bantuan barang, tapi pinjaman permodalan tanpa bunga.
"Terima kasih pemerintah daerah yang telah mendukung pelaku
UMKM di Kukar, termasuk yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang,"
ujarnya menyudahi. (adv/riz)